Semarang | Sebanyak 516 mahasiswa Program Studi Keperawatan dan Kebidanan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengucapkan janji profesi sebelum menjalani praktik di rumah sakit dan berbagai layanan kesehatan.
Upacara Ucap Janji digelar di Aula Lantai 8 Gedung Kuliah Bersama (GKB) II Unimus, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa sebelum memasuki lingkungan pelayanan kesehatan secara langsung.
Dari 516 peserta, sebanyak 75 mahasiswa berasal dari Program Studi D3 Keperawatan, 385 mahasiswa S1 Keperawatan, dan 56 mahasiswa S1 Kebidanan.

Upacara tersebut tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga menjadi pengingat bagi mahasiswa mengenai tanggung jawab profesi yang akan mereka emban ketika berhadapan langsung dengan pasien.
Wakil Rektor I Unimus, Prof. Dr. Budi Santosa, M. Si., Med., dalam sambutannya menegaskan bahwa janji yang diucapkan mahasiswa harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan, terutama dengan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di setiap fasilitas pelayanan kesehatan.
“Ucap janji ini berarti melaksanakan tugas sesuai SOP yang berlaku di rumah sakit. Bidan ketika menghadapi ibu bersalin harus melakukan penanganan sesuai SOP yang telah disiapkan. Demikian juga perawat, harus memberikan asuhan keperawatan sesuai SOP dan janji yang telah diucapkan,” ujarnya.

Menurut Prof. Budi, janji profesi bukan sekadar rangkaian kata yang diucapkan dalam sebuah upacara. Janji tersebut menjadi komitmen mahasiswa untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab profesinya dengan sebaik-baiknya.
Karena itu, ia meminta mahasiswa memanfaatkan bekal ilmu yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan di Unimus ketika memasuki lahan praktik.
“Laksanakan tugas pokok dan fungsi dengan baik. Gunakan ilmu yang sudah didapat selama di Unimus untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.
Prof. Budi juga mengingatkan mahasiswa untuk membawa nama baik almamater selama menjalani praktik. Sikap, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, hingga cara memberikan pelayanan kepada pasien akan menjadi bagian dari wajah Unimus di tengah masyarakat.
BACA JUGA
“Ketika diterjunkan ke lahan praktik, mahasiswa Unimus harus menjaga almamater dan nama baik universitas,” tegasnya.
Upacara Ucap Janji turut dihadiri Dekan FIKKES Unimus Dr. Ali Rosidi, M. Si., para ketua program studi, dosen, serta sivitas akademika FIKKES Unimus.

Sejumlah mitra rumah sakit dan organisasi profesi juga hadir, di antaranya perwakilan RSUD Dr. Adhyatma, MPH Tugurejo, Ns. Nugroho Lazuardi, M. Kep.; RSU PKU Muhammadiyah Gubug Grobogan, Ns. Retno Rahmawati, S. Kep.; RSUP Dr. Kariadi, Damis Santosa yang mewakili direktur rumah sakit; DPD PPNI Kota Semarang, Sriyono Sugeng Hariedy, S. Kep., Ners.; RS Unimus, Dr. Tri Hartiti, S. KM., M. Kep.; PC IBI Kota Semarang, Tri Suksesi Handayani, S. Tr. Keb., Bdn.; RSI Kendal, M. Iqbal Tawakal P., S. Kep., Ners.; PD IBI Jawa Tengah, Dr. Istirochah, S. SiT., Bd., M. Kes.; serta perwakilan RSUD Kendal.
Kehadiran para mitra tersebut sekaligus menegaskan pentingnya keterhubungan antara pendidikan di perguruan tinggi dengan dunia pelayanan kesehatan. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga siap menerapkannya secara bertanggung jawab ketika berhadapan dengan pasien.

Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan penyematan atribut profesi secara simbolis berupa pemasangan cap perawat dan pin kesehatan oleh ketua program studi. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan naskah Berita Acara Ucap Janji oleh perwakilan mahasiswa.
Setelah seluruh rangkaian Upacara Ucap Janji selesai, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah pakar yang menghadirkan Dr. Arwani, SKM., BN., Hons., MN. Ia membawakan materi bertajuk “Brave to Begin, Ready to Care: Building Mental Readiness and Patient Safety.”

Kuliah pakar tersebut menjadi bekal tambahan bagi mahasiswa untuk mempersiapkan kesiapan mental sebelum memasuki lingkungan praktik, sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya keselamatan pasien dalam setiap tindakan pelayanan kesehatan.
Dengan pengucapan janji dan pembekalan tersebut, para mahasiswa diharapkan tidak hanya siap secara keilmuan, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap etika, tanggung jawab profesi, serta keselamatan pasien ketika mulai menjalankan praktik di lapangan.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.