Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) mulai mencanangkan gerakan penggunaan tumbler atau botol minum isi ulang bagi seluruh sivitas akademika. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah UNIMUS dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai sekaligus membangun budaya kampus yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Gerakan tersebut menyasar seluruh warga kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. Melalui kebijakan ini, UNIMUS mendorong kebiasaan sederhana yang diharapkan mampu membawa perubahan besar, yakni membawa botol minum sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada botol dan gelas plastik kemasan.
Langkah ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi sampah plastik dari aktivitas sehari-hari di lingkungan kampus. Jika terus dibiarkan, sampah tersebut dapat menambah beban lingkungan. Karena itu, penggunaan tumbler diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan baru yang melekat dalam aktivitas akademik maupun nonakademik.

Gerakan penggunaan tumbler mulai diperkenalkan kepada 5029 mahasiswa baru Unimus tahun akademik 2026/2027 melalui pembagian tumbler saat pelaksanaan Masa Ta’aruf (Masta) UNIMUS pada 8–11 September 2026. Upaya ini sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak mahasiswa pertama kali mengenal kehidupan kampus.
Wakil Rektor III UNIMUS Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menumbuhkan perilaku ramah lingkungan, bukan hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga lewat kebiasaan sehari-hari.
“Kampus bukan hanya tempat memproduksi ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat menyemai kebiasaan baik. Dengan membawa tumbler sendiri, kita tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga membangun gaya hidup berkelanjutan yang akan dibawa oleh mahasiswa hingga ke masyarakat luas,” ujarnya.

BACA JUGA
Untuk mendukung pelaksanaan gerakan tersebut, penyediaan fasilitas pengisian air minum atau water station di sejumlah titik strategis kampus menjadi salah satu langkah penunjang yang perlu diperkuat. Ketersediaan fasilitas ini diharapkan memudahkan sivitas akademika mengisi ulang air minum sehingga penggunaan tumbler dapat dilakukan secara praktis dalam kegiatan sehari-hari.
Lebih dari sekadar upaya mengurangi sampah, gerakan ini juga menjadi bagian dari komitmen UNIMUS dalam mengembangkan konsep Green Campus. Budaya penggunaan tumbler sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Wakil Rektor I UNIMUS, Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si., dalam berbagai kesempatan, termasuk kegiatan Doa Pagi setiap Senin, turut menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan capaian UNIMUS dalam pemeringkatan internasional UI GreenMetric.
UI GreenMetric merupakan pemeringkatan perguruan tinggi yang menilai komitmen dan upaya keberlanjutan lingkungan melalui sejumlah aspek, termasuk pengelolaan sampah, penggunaan air, energi, serta infrastruktur yang mendukung lingkungan berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan seluruh warga kampus menjadi faktor penting dalam membangun praktik ramah lingkungan yang konsisten.
Melalui gerakan ini, UNIMUS berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada imbauan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan bersama. Konsistensi dalam mengurangi plastik sekali pakai, didukung fasilitas yang memadai dan partisipasi aktif sivitas akademika, diharapkan dapat memperkuat langkah UNIMUS menuju kampus hijau yang berkelanjutan.
Reportase Humas Unimus (tri)
![]()
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.