SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) menerima kunjungan silaturahim dan magang dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10/2026). Rombongan disambut hangat jajaran pimpinan Mudipat hingga pukul 15.00 WIB.

Kunjungan ini dalam rangka meningkatkan motivasi, pengalaman, dan wawasan guru serta pimpinan di lingkungan Muhammadiyah Kebayoran Baru. Mengusung agenda “Learn, Inspire, Adapt, Belajar dari Praktik Baik Sekolah Muhammadiyah untuk Membangun Sekolah Berkemajuan”, kegiatan berlangsung pada 10-13 Oktober 2026.

Rombongan dipimpin langsung Ketua PCM Kebayoran Baru, Dr. Ahmad Said Matondang, ME.Sy., bersama Ketua Majelis Dikdasmen Kebayoran Baru Muhamad Hifni, S.Pd., Kepala SD Muhammadiyah 5 Jakarta Manar Imam Muhammad, http://M.Pd., serta kepala sekolah, koordinator kesiswaan, staf kurikulum, guru, dan driver. Total 12 peserta hadir dalam kunjungan tersebut.

Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Ustadz Edy Susanto, M.Pd., menyambut hangat tamu spesialnya itu. Menurutnya, silaturahim harus terus dirawat dan sesama sekolah Muhammadiyah harus saling membesarkan. “Insyaallah kita akan terus maju dan bersinar bersama,” ucap Ustadz Edy.

Dalam sambutannya, Ustadz Said Matondang mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Mudipat. Ia menyebut Mudipat adalah tempat belajar pertamanya untuk membesarkan SD Muhammadiyah 5 Jakarta atau Limau. Bahkan setiap menemukan hal baru di Mudipat, ia langsung menelepon Ustadz Hifni untuk segera direplikasi di Jakarta.

“Karena kecepatan mengalahkan kesempurnaan. Jangan merasa besar. Kita harus selalu berinovasi,” pesan Ustadz Said kepada semua guru yang hadir.

Ustadz Hifni dari Dikdasmen PCM Limau pun menambahkan, Limau yang dulu sering belajar ke sekolah lain, kini telah berbalik menjadi tempat sekolah lain belajar. Transformasi itu tidak lepas dari peran Mudipat sebagai inspirasi.

“Ustadz Edy ini inspirasi saya. Pucang ini mendapatkan jariyahnya Limau. Tiap ke Surabaya kami sempatkan mampir ke rumah ideologi kami,” ucap Ustadz Said dengan haru.

Kini, berbagai prestasi Limau pun semakin mendunia. Robotikanya telah sampai ke Korea Selatan, majalah sekolahnya semakin besar dan konsisten terbit, bahkan program wartawan ciliknya telah berhasil mewawancarai tokoh nasional seperti Agum Gumelar. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa praktik baik yang ditularkan Mudipat telah tumbuh dan berkembang pesat di Jakarta. (Erfin/Mul)

Sumber Informasi & Rujukan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat)
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...