Pertanyaan:

Bolehkah shalat duha dilaksanakan dengan berjamaah? Kalau boleh, bagaimanakah caranya? Apakah fadlilah shalat duha?

Penanya:
Wakidjo Az./ Agen SM No. 025, NBM. 494 220, Lampung (disidangkan pada hari Jumat, 7 Rabiulakhir 1427 H/5 Mei 2006 M)

Jawaban:

Shalat duha boleh dikerjakan dengan berjamaah. Ada hadis yang menyatakan bahwa Nabi saw. shalat pada waktu duha berjamaah, namun para ulama memperselisihkan apakah yang dikerjakan oleh Nabi saw. dan para sahabat itu shalat duha atau bukan. Hadisnya sebagai berikut:

عَنْ عِتْبَانِ بْنِ مَالِكٍ وَهُوَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّنْ شَهَدَ بَدْرًا مِنَ الْأَنْصَارِ أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى قَدْ أَنْكَرْتُ بَصَرِي وَأَنَا أُصَلَّى لِقَوْمِي وَإِذَا كَانَتِ الْأَمْطَارُ سَالَ الْوَادِي بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ وَلَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ أَتَى مَسْجِدَهُمْ فَأَصَلِّي لَهُمْ وَوَدِدْتُ أَنَّكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَأْتِي فَتُصَلِّ فِي مُصَلَّ فَأَتَّخِذُهُ مُصَلًى قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: سَأَفْعَلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ. قَالَ عِتْبَانُ: فَغَدَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرِ الصِّدِّيقُ حِيْنَ ارْتَفَعَ النَّهَارُ فَاسْتَأْذَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَذِنْتُ لَهُ فَلَمْ يَجْلِسُ حَتَّى دَخَلَ الْبِيْتَ ثُمَّ قَالَ: أَيْنَ تُحِبُّ أَنْ تُصَلِّي مِنْ بَيْتِكَ. قَالَ: فَأَشَرْتُ إِلَى نَاحِيَةٍ مِنَ الْبَيْتِ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَبَّرَ فَقُمْنَا وَرَاءَهُ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ [متفق عليه].

“Dari Itban bin Malik —dia adalah salah seorang sahabat Nabi yang ikut perang Badar dari kalangan Anshar—[diriwayatkan] bahwa dia mendatangi Rasulullah saw. lalu berkata: Wahai Rasulullah, sungguh aku sekarang tidak percaya kepada mataku (maksudnya, matanya sudah kabur) dan saya menjadi imam kaumku. Jika musim hujan datang maka mengalirlah air di lembah (yang memisahkan) antara aku dengan mereka, sehingga aku tidak bisa mendatangi masjid untuk mengimami mereka, dan aku suka jika engkau wahai Rasulullah datang ke rumahku lalu shalat di suatu tempat shalat sehingga bisa kujadikannya sebagai tempat shalatku, la meneruskan: Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Akan kulakukan insya Allah”. Itban berkata lagi: Lalu keesokan harinya Rasulullah saw. dan Abu Bakar ash meminta izin masuk, maka aku izinkan beliau. Beliau Shiddig datang ketika matahari mulai naik, lalu beliau tidak duduk sehingga masuk rumah, lalu beliau bersabda: “Mana tempat yang kamu sukai aku shalat dari rumahmu? la berkata: Lalu aku tunjukkan suatu ruangan rumah”. Lalu Rasulullah saw, berdiri lalu bertakbir, lalu kami pun berdiri (shalat) di belakang beliau. Beliau shalat dua rakaat kemudian mengucapkan salam” [Muttafaq Alaih].

Bagi mereka yang berpendapat bahwa itu adalah shalat duha, karena dilakukan ketika matahari mulai naik, maka mereka mengatakan bahwa shalat duha boleh dilakukan secara berjamaah. Caranya adalah dengan bacaan sirr (perlahan-perlahan, tidak jahr/terang).

Adapun fadlilah shalat duha adalah banyak, antara lain sebagaimana dinyatakan sendiri oleh Nabi saw. dengan sabdanya:

عَنْ أَبِي ذَرِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يَصْبَحُ عَلَى كُلِّ سُلَامِي مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَصْبِيْحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَالِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى [رواه مسلم].

“Dari Abu Dzar r.a., diriwayatkan dari Nabi saw., albeliau bersabda: “Setiap pagi hari, setiap ruas tulang dari Seseorang di antara kamu itu ada (keharusan) sedekah. Setiap sekali tasbih adalah sedekah, setiap sekali tahmid adalah sedekah, setiap sekali tahlil adalah sedekah, setiap sekali takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang makruf (baik) adalah sedekah dan melarang dari yang mungkar adalah sedekah. Sedemikian itu dapat dicukupi oleh dua rakaat yang dilakukan oleh seseorang dari shalat duha” [HR Muslim].

* (SM, No. 22 tahun ke-91/2006)

Sumber Informasi & Rujukan Fatwa Tarjih
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:
Topik Terkait: #Muhammadiyah#Tarjih#Hukum Islam

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...