Pertanyaan:
Shalat sunah qiyamul-lail empat rakaat pakai tahiat awal atau tidak?
Penanya
Ferry al-Firdaus, Dayeuhmanggung Rt. 01/RW 05 Kec. Cilawu Garut
Jawaban:
Pada shalatul-lail ada tuntunannya berdasarkan hadis:
1. Shalatul-lail pada malam bulan Ramadan adalah empat rakaat, empat rakaat, dan tiga rakaat, tanpa tahiat awal, berdasarkan hadis:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَنَامُ قَبْلَ أَنْ تُوتِرَ فَقَالَ يَا عَائِشَةَ إِنَّ عَيْنَيَّ تَنَامَانِ وَلَا يَنَامُ قَلْبِي [رواه البخاري ومسلم].
BACA JUGA
“Dari ‘Aisyah, [diriwayatkan] ia berkata: Tidak pernah Rasulullah saw. mengerjakan shalat sunah malam Ramadan lebih dari atau kurang dari sebelas rakaat: beliau shalat empat rakaat, jangan ditanya baik dan lamanya, kemudian shalat empat rakaat, jangan ditanya baik dan lamanya, kemudian tiga rakaat. ‘Aisyah bertanya: Ya Rasulallah, apakah engkau tidur sebelum shalat witir? Rasulullah menjawab: Ya ‘Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, sedang hatiku tidak tidur” [HR al-Bukhari dan Muslim).
2. Shalat malam yang dikerjakan pada bulan-bulan selain bulan Ramadan (shalat tahajud) dikerjakan dua rakaat dua rakaat, berdasarkan hadis:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَلَاةِ اللَّيْلِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى [رواه البخاري ومسلم].
“Dari Ibnu Umar, [diriwayatkan] bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw, tentang shalat malam, maka berkata Rasulullah saw.: Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat, maka jika kamu khawatir masuk waktu subuh, shalatlah satu rakaat untuk mengganjili (jumlah rakaat) sembahyangnya (malam itu)” [HR al-Bukhari dan Muslim].
*(SM, No. 24 tahun ke-90/2005)
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.