Kegiatan Pemantapan Iman dan Keislaman (PIK) kelas III SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) ditutup di Masjid K.H. Ahmad Dahlan, Sabtu bakda Subuh, 10 Oktober 2026. Penutupan dilakukan oleh Wakil Kepala SD Mudipat, Ustadzah Erfin Walida Rahmania, M.Pd.I.

Dalam tausiyah penutupnya, ustadzah menyampaikan bahwa banyak pengalaman pertama yang dilalui siswa selama PIK.

“Pertama kali jauh dari orang tua, pertama kali salat lail dan salat Subuh berjamaah. Ada yang pertama kali belajar, ada yang pertama kali kultum di hadapan teman. Yang pertama kali ini artinya kita sedang belajar,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan bagian dari berjuang di jalan Allah.

“Kata Allah, sesungguhnya orang yang mencari ilmu di jalan Allah, maka ia berada di jalan Allah. Orang yang mencari ilmu, malaikat mengepakkan sayapnya menaungi kalian,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar siswa tidak malas belajar sejak dini.

“Kalau kita tidak capek belajar hari ini, kita akan capek di masa depan karena bodoh. Capek pasti, karena dibodohi orang. Makanya kita belajar di sini,” tegasnya.

Ia berharap setelah mengikuti PIK, semangat belajar dan keimanan siswa semakin meningkat.

“Kamu semua ikut PIK ini harus semangat belajar setelah ini dan makin baik imannya, yakni kuat di hati, perkataan, dan perbuatan. Kalau sudah mantap keimanannya, harus mantap kata hati, ucapan lisan, dan perbuatan kita,” pesannya.

Selama kegiatan PIK, siswa Mudipat tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Peserta mendapatkan penguatan materi Al-Islam dan karakter.

Salah satu peserta, Arvand Muhammad Arvand Zahran Setiawan dari kelas III-A mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Senang ikut PIK, menginap sama teman, dibekali ilmu, main games seru dan jadi tahu jadi makmum masbuk. Saya juga jadi MC penutupan. Alhamdulillah,” ucapnya. (Mul)

Sumber Informasi & Rujukan SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat)
Kunjungi Sumber Asli
Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...