Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., meresmikan Mudipat Sport Center (MSC) SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), Senin sore (12/10/2026).
Dalam pidato peresmiannya, Menteri menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap Mudipat. Ia menegaskan Mudipat adalah salah satu SD Model tingkat nasional yang menjadi percontohan penerapan kebijakan nasional.
“Yang kedua, tentu kami merasa SD Muhammadiyah 4 ini sebagai salah satu SD model tingkat nasional yang menjadi percontohan penerapan beberapa kebijakan nasional, salah satunya adalah pembelajaran mendalam atau deep learning,” ujar Menteri.

Menurutnya, Mudipat telah menerapkan deep learning dengan baik. “Wujudnya sudah diterapkan di sini. Mudah-mudahan betul-betul deep learning, bukan kedip-kedip deep learning. Karena beberapa yang saya kunjungi namanya deep learning, tapi di dalamnya belum mencerminkan deep learning,” tegasnya.
Menteri berharap, sebagai sekolah model, Mudipat dapat mengimbaskan praktik baiknya ke sekolah lain. Sehingga pada 2027 nanti, perluasan pemberlakuan deep learning bisa diterapkan di semua sekolah di Indonesia. Ia juga berterima kasih kepada kepala sekolah yang telah aktif berbagi, bahkan hingga diundang pelatihan dan dikirim ke luar negeri.
BACA JUGA
Lebih lanjut, Menteri menyampaikan program nasional pengiriman 10.000 guru secara bertahap untuk penguatan STEM. “Ini merupakan upaya kita bersama untuk melahirkan generasi yang menguasai Science, Technology, Engineering, dan Math. Tapi kami tambahkan juga dengan seni, bahasa, dan olahraga,” jelasnya.

Karena itu, pembangunan sarana olahraga di Mudipat dinilai sangat relevan. “Ketika sekarang dibangun sarana olahraga di Mudipat ini, mudah-mudahan bisa menjadi bagian dari upaya kita bersama membangun generasi yang sehat, generasi yang kuat,” ucapnya.
Menteri juga mengingatkan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui empat olah. “Kita tahu dalam penguatan pendidikan karakter disebutkan bahwa pendidikan karakter itu dikembangkan dengan empat pola, yaitu olah raga, olah seni, olah rasa, olah hati dan olah pikir,” pungkasnya.
Acara peresmian turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Jajaran Tim Mendikdasmen RI, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Ketua PDM kota Surabaya, jajaran pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah Ngagel serta guru dan siswa Mudipat. (Mul)
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.