Pertanyaan:
1. Bagaimana hukum salam dalam mengakhiri shalat yang diucapkan dengan Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah tidak dilengkapi dengan wa barakatuh?
2. Apakah mengakhiri khutbah dengan salam sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.?
Penanya:
H. Daming, NBM. 788.866 di Makasar (disidangkan pada hari Jumat, 10 Shaffar 1427 H/10 Maret 2006 M)
Jawaban:
Mengenai pertanyaan pertama, memang dalam Himpunan Putusan Tarjih disebutkan: “Kemudian bersalamlah dengan berpaling ke kanan dan ke kiri, yang pertama sampai terlihat pipi kananmu dan yang kedua sampai terlihat pipi kirimu oleh orang yang di belakangmu sambil membaca: Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh” (Himpunan Putusan Tarjih, Kitab Shalat, halaman 81). Keputusan tersebut di dasarkan hadis-hadis:
عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنِ يَمِينِهِ وَعَنِ يَسَارِهِ حَتَّى أَرَى بَيَاضَ خَدِّهِ [رواه مسلم].
“Dari Amir bin Sa’d dari ayahnya, [diriwayatkan] ia berkata: Saya melihat Rasulullah saw. mengucap salam ke arah kanan dan ke arah kirinya, sampai kulihat putih pipinya” [HR Muslim].
عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ وَعَنْ شِمَالِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ [رواه أبو داود].
“Dari Wail bin Hujr, [diriwayatkan] ia berkata: Saya shalat bersama Nabi saw., maka beliau mengucap salam ke kanan dengan membaca Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh dan ke kiri dengan membaca Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh” [HR Abu Dawud].
Disebutkan pula dalam Sahih Ibnu Khuzaimah:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَذَّةِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ وَعَنْ شِمَالِهِ حَتَّى يَبْدُوَ بَيَاضُ خَذِّةِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ [صحيح ابن خزيمة.]
BACA JUGA
“Dari Abdullah, [diriwayatkan] ia berkata: Adalah Rasulullah saw, mengucapkan salam ke sebelah kanan sampai terlihat putih pipinya dengan membaca Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh dan ke sebelah kiri sampai terlihat putih pipinya dengan membaca Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh” [Sahih Ibnu Khuzaimah].
Selain hadis-hadis seperti yang telah disebutkan di atas, sesungguhnya tentang bacaan salam dalam mengakhiri shalat, ada pula hadis yang menerangkan bahwa bacaan salam tersebut adalah: Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi tanpa wa barakatuh, sebagaimana yang diterangkan dalam hadis-hadis:
عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ [ رواه الخمسة وصححه الترمذي].
“Dari bin Mas’ud, [diriwayatkan] bahwa Nabi saw mengucap salam ke kanan dan ke kiri dengan membaca Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi sampai kelihatan putih pipinya” [HR al-Khamsah dan disahihkan oleh at-Turmudzi].
عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ إِذَا كُنَّا صَلَّيْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْنَا السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ … [رواه أحمد ومسلم].
“Dari Jabir Ibn Samurah, [diriwayatkan] ia berkata: Jika kami shalat bersama Rasulullah saw., kami mengucapkan Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah, Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah…” [HR Ahmad dan Muslim).
Dengan memperhatikan hadis-hadis di atas, kami berpendapat bahwa boleh seseorang yang mengakhiri shalat dengan membaca Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi tanpa dilengkapi dengan bacaan wa barakatuh.
Adapun mengenai pertanyaan kedua, sejauh yang kami ketahui salam dalam berkhutbah adalah di kala akan memulai, sebagaimana yang diterangkan dalam hadis:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا صَعِدَ الْمِنْبَرَ سَلَّمَ [رواه ابن ماجه].
“Dari Jabir Ibn Abdullah r.a., [diriwayatkan] ia berkata: bahwa Nabi saw. setelah naik mimbar selalu memberikan salam” [HR Ibnu Majah].
Sementara itu, kami belum menemukan hadis yang menerangkan bahwa Nabi saw. memberi salam di kala turun dari mimbar.
*SM, No. 15 tahun ke-91/2006)
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.