Banyak manusia yang tidak memahami makna sebenarnya kehidupan di dunia. Sebagian mereka berlomba-lomba mendapatkan kesenangan hidup duniawi semata. Mereka meyakini hidup adalah anugerah yang hanya sekali, karena itu harus dipenuhi dengan kesenangan dan kenikmatan. Sedangkan sebagian lainnya memahami bahwa hidup hanya ibadah dan mengabdi kepada Allah dengan tidak mempedulikan dunia. Kedua-duanya adalah pemahaman yang salah, karena Allah menciptakan manusia dengan tujuan pokok pengabdian kepada-Nya dengan cara memakmurkan bumi, atau dengan kata lain, memakmurkan bumi dalam rangka ibadah kepada Allah. Firman Allah:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ (٥٦)
Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku [Q.S. al-Dzariyat (51): 56]
BACA JUGA
ۗهُوَ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا فَاسْتَغْفِرُوْهُ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ ۗاِنَّ رَبِّيْ قَرِيْبٌ مُّجِيْبٌ (٦١)
Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat lagi Maha Memperkenankan (doa hamba-Nya) [Q.S. Hud (11): 61].
Klik di sini untuk membaca selengkapnya tentang Putusan Munas ke-28 Tarjih Muhammadiyah tentang Fikih Takziah dan Kematian
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.