MALANG, JAKARTAMU.COM | Sekolah Muhammadiyah perlu memperkuat kemampuan jurnalistik dan pengelolaan kehumasan agar prestasi, inovasi pembelajaran, serta kontribusinya kepada masyarakat lebih dikenal publik. Pengelolaan informasi yang profesional juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan, banyak sekolah memiliki program unggulan dan prestasi akademik maupun nonakademik yang belum terdokumentasi serta terpublikasi secara optimal. Kondisi ini membuat berbagai capaian pendidikan Muhammadiyah belum sepenuhnya diketahui masyarakat luas.
“Kehumasan bukan sekadar kegiatan publikasi ataupun promosi, melainkan proses membangun kepercayaan publik, memperkuat reputasi institusi, dan menghadirkan narasi pendidikan yang mencerahkan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan pembukaan Akademi Jurnalistik Muhammadiyah di Malang, Jumat (9/10/2026).
Akademi Jurnalistik Muhammadiyah mengangkat tema “Optimalisasi Kehumasan Sekolah untuk Branding Pendidikan Berkemajuan Berbasis Jurnalistik”. Kegiaan diharapkan memperkuat kompetensi pengelola komunikasi sekolah sekaligus mengembangkan ekosistem informasi pendidikan yang sehat, edukatif, dan berkemajuan.
Dadang mengatakan, jaringan pendidikan Muhammadiyah yang mencakup jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi perlu didukung kemampuan komunikasi publik yang modern, akurat, dan terpercaya. Setiap sekolah diharapkan mampu memproduksi informasi yang mencerminkan mutu pendidikan, inovasi, prestasi, serta nilai-nilai Islam berkemajuan.
Ia menjelaskan, penguatan jurnalistik sekolah juga berkaitan dengan upaya membangun identitas pendidikan Muhammadiyah. Identitas tersebut harus bertumpu pada kualitas nyata, prestasi, inovasi, dan nilai-nilai Islam yang mencerahkan, kemudian disampaikan melalui informasi berbasis data yang valid dan pemberitaan beretika.
BACA JUGA
Aktivitas & Peran Penting
“Branding pendidikan berkemajuan adalah upaya menghadirkan identitas sekolah yang autentik, berbasis mutu, prestasi, inovasi, dan nilai-nilai Islam yang mencerahkan,” katanya.
Dalam perspektif Muhammadiyah, jurnalistik memiliki fungsi dakwah, edukasi, dan transformasi sosial. Media sekolah diharapkan mampu menyampaikan informasi yang akurat sekaligus menyebarkan inspirasi, meningkatkan semangat belajar, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Karena itu, pengelola humas, guru, dan kader jurnalistik sekolah perlu menguasai keterampilan menulis berita yang menarik, akurat, dan berimbang. Mereka juga perlu memanfaatkan media digital dan media sosial secara produktif, membangun reputasi institusi berdasarkan fakta, serta menghasilkan konten yang mencerdaskan masyarakat.
Kemampuan jurnalistik juga diperlukan untuk menghadapi penyebaran hoaks dan disinformasi. Media sekolah dapat mengambil peran melalui penyajian informasi yang terverifikasi, bertanggung jawab, dan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan.
Penguatan jurnalistik sekolah, lanjutnya, sejalan dengan tradisi intelektual Muhammadiyah yang tumbuh melalui kegiatan membaca, menulis, berdialog, dan menyebarkan gagasan kepada masyarakat. Tradisi literasi dan publikasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Muhammadiyah sejak awal berdiri.
Ke depan, setiap sekolah Muhammadiyah diharapkan memiliki tim kehumasan yang aktif, media sekolah yang dikelola secara berkelanjutan, dokumentasi kegiatan yang baik, serta strategi komunikasi publik yang efektif. Upaya ini diharapkan meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan Muhammadiyah dalam melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, berilmu, dan berkemajuan.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.