PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2026 di UMMI, Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Guru
Sukabumi, www.ummi.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar Orientasi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2026 secara daring pada Kamis (01/10/26). Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari bidang Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang berasal dari Jawa Barat, Banten, dan Kalimantan Selatan.
Kegiatan orientasi menjadi tahap awal bagi peserta untuk memahami rangkaian pelaksanaan PPG, mengenal dosen dan guru pamong, serta mempersiapkan diri mengikuti proses pendidikan profesi secara mandiri dan terarah. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan diri menjadi guru profesional dan pemanfaatan platform pembelajaran dalam pelaksanaan PPG.
Dalam sambutan yang disampaikan melalui tayangan video, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., menyampaikan bahwa orientasi bukan sekadar tanda dimulainya proses pembelajaran, tetapi menjadi awal penguatan komitmen untuk terus berkembang sebagai guru profesional.
“Hari ini bukan sekadar menandai dimulainya proses pembelajaran. Lebih dari itu, hari ini menjadi awal dari penguatan komitmen kita bersama untuk terus bertumbuh sebagai guru profesional yang kompeten, berintegritas, dan senantiasa mengutamakan kepentingan peserta didik,” tuturnya.
PPG Dorong Penguatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru

Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. menjelaskan bahwa Pendidikan Profesi Guru bagi Guru Tertentu merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menuntaskan sertifikasi pendidik sekaligus meningkatkan mutu pendidikan nasional. Program tersebut diarahkan untuk memastikan guru memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sesuai dengan standar profesi guru Indonesia.
Beliau menegaskan bahwa sertifikat pendidik tidak hanya dipandang sebagai dokumen administratif. Sertifikat tersebut merupakan bentuk pengakuan negara terhadap profesionalisme guru sekaligus menjadi dasar pemberian tunjangan profesi sebagai penghargaan atas dedikasi guru dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Pada pelaksanaan PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2026, sebanyak 107 LPTK mendapatkan penugasan untuk menyelenggarakan program bagi guru yang belum memiliki sertifikat pendidik. Secara keseluruhan, sekitar 25 ribu guru mengikuti PPG Guru Tertentu dalam tahap tersebut.
Peserta PPG akan menjalani pembelajaran mandiri melalui Ruang GTK sebagai salah satu media utama pembelajaran. Pelaksanaan program juga membutuhkan koordinasi dan pendampingan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, unit pelaksana teknis Ditjen GTK, hingga LPTK penyelenggara.
Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. juga mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh tahapan PPG secara sungguh-sungguh hingga memperoleh sertifikat pendidik.
“Jadikan proses PPG ini bukan sekadar upaya memperoleh sertifikat pendidik, tetapi sebagai momentum memperbaharui semangat pengabdian kepada anak-anak Indonesia,” ungkapnya.
Menurut beliau, keberhasilan PPG tidak hanya diukur dari jumlah guru yang berhasil memperoleh sertifikasi, tetapi juga dari kualitas pembelajaran yang dihasilkan dan dampaknya terhadap peserta didik di sekolah.
Program PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2026 juga diselenggarakan secara full beasiswa dan tidak dipungut biaya. Peserta diimbau memperoleh informasi melalui kanal resmi untuk menghindari penipuan atau informasi palsu terkait pelaksanaan PPG.
Ratusan Peserta UMMI Berasal dari Tiga Provinsi

Dekan FKIP UMMI Dr. Bachtiar, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2026 di UMMI. Beliau menyebutkan bahwa terdapat ratusan peserta yang mengikuti program tersebut dari tiga bidang studi.
“Kehadiran Bapak Ibu di sini bukan sekadar untuk mengikuti sebuah program, tetapi untuk menegaskan komitmen terhadap profesi yang sangat mulia yaitu guru,” ujarnya.
Beliau juga menekankan bahwa guru memiliki posisi penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Menurut beliau, perkembangan kurikulum dan teknologi tidak menghilangkan peran guru yang hadir melalui keteladanan, keikhlasan, dan kompetensi.
Dr. Bachtiar, M.Pd. memberikan perhatian khusus kepada peserta dari bidang PGPAUD karena pendidikan anak usia dini menjadi salah satu fondasi awal dalam membangun karakter dan kecintaan anak terhadap proses belajar. Sementara itu, guru sekolah dasar serta guru PJOK juga memiliki peran dalam membangun kemampuan dasar, kedisiplinan, serta kesehatan jasmani dan rohani peserta didik.
BACA JUGA
Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah, UMMI berkomitmen memberikan pendampingan kepada peserta selama mengikuti PPG. Dukungan tersebut melibatkan dosen PPG, koordinator bidang studi, biro akademik, biro kemahasiswaan, UPT PMB, hingga BTI dalam mendukung layanan sistem dan teknologi informasi.
Dr. Bachtiar, M.Pd. berharap pelaksanaan PPG di UMMI tidak hanya meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik peserta, tetapi juga memperkuat nilai keislaman dan karakter. Hal tersebut sejalan dengan semangat dakwah pencerahan Muhammadiyah untuk melahirkan guru yang cerdas, berintegritas, dan berakhlak mulia.

Dalam kegiatan orientasi, peserta juga mendapatkan sejumlah materi penting, meliputi perkenalan dosen dan guru pamong bidang studi, pengembangan diri menjadi guru profesional, gambaran umum pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu, serta pembelajaran mandiri PPG Guru Tertentu melalui platform Ruang GTK.
Melalui Orientasi PPG Guru Tertentu Tahap 3 Tahun 2026, UMMI turut mengambil peran dalam penguatan profesionalisme guru dan peningkatan kualitas pendidikan. Program ini diharapkan tidak berhenti pada pencapaian sertifikasi, tetapi menjadi proses pengembangan kompetensi yang dapat diterapkan peserta secara nyata dalam pembelajaran di sekolah masing-masing.
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.