Kuliah tidak cukup hanya mengejar nilai akademik. Mahasiswa juga perlu membangun jejaring, mengembangkan potensi, dan memperluas pengalaman melalui berbagai aktivitas di kampus. Pesan itu mengemuka dalam Student Fair 2026 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Sportorium UMY, Rabu (30/9/2026).
\nWakil Rektor Bidang Pendidikan, Kewirausahaan, dan Alumni UMY Prof. Dr. Zuly Qodir, M. Ag., mengatakan mahasiswa perlu memiliki mimpi dan imajinasi tentang masa depan. Namun, mimpi tersebut tidak akan berkembang tanpa kemauan untuk membangun relasi dengan orang lain.
\n“Karena mimpi tidak akan tercapai, maka perlu membangun networking. Networking itu sangat penting,” tegasnya.
\nMenurut Prof. Zuly, keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan kemampuan akademik. Lingkungan pertemanan dan kemampuan membangun relasi juga dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan seseorang.
\n“Orang bisa sukses bukan karena dia pintar semata. Ada banyak orang yang sukses bukan karena pintar, tetapi karena punya banyak teman,” ungkapnya.
\nKarena itu, ia mendorong mahasiswa memanfaatkan berbagai organisasi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), komunitas, dan aktivitas kemahasiswaan sebagai ruang untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus memperluas jejaring.
\nOrganisasi Bukan Sekadar Kegiatan Tambahan
\nProf. Zuly menilai aktivitas kemahasiswaan memiliki posisi penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi masa depan. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak memandang organisasi dan komunitas sekadar sebagai kegiatan tambahan di luar perkuliahan.
\nIa membandingkan aktivitas mahasiswa saat ini dengan pengalamannya ketika berkuliah di Yogyakarta. Menurutnya, kelompok studi atau study club yang dahulu cukup banyak diikuti mahasiswa kini tidak lagi memiliki tingkat partisipasi yang sama.
\nPerubahan tersebut, menurut Prof. Zuly, perlu menjadi perhatian. Sebab, mahasiswa membutuhkan ruang untuk berinteraksi, bertukar gagasan, berlatih bekerja bersama, dan membangun jaringan di luar ruang perkuliahan.
\n“Karena itu penting diberikan inspirasi oleh para dekan, para wakil dekan dan aktivis yang lain supaya mereka memiliki imajinasi dan membangun jaringan,” ujarnya.
\nIa juga mengingatkan mahasiswa agar memiliki daya juang, rajin, dan tidak mudah mengeluh dalam menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi.
\n32 UKM dan Lembaga Mahasiswa
\nPesan tersebut menemukan ruangnya dalam Student Fair 2026. Kegiatan yang digelar UMY sejak 2022 ini menghadirkan 32 UKM dan Lembaga Mahasiswa (LM), serta dua direktorat, yakni Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) dan Direktorat Kewirausahaan.
\nKetua Pelaksana Student Fair 2026 Muhammad Muttaqien, S. I.Kom., M. Sn., mengatakan kegiatan tersebut terus mendapatkan respons positif dari mahasiswa sejak pertama kali diselenggarakan.
BACA JUGA
“Student Fair kita mulai pada tahun 2022, kemudian berlanjut hingga sekarang. Masih bisa bertahan dan animo mahasiswa terkait acara ini sangat luar biasa sekali,” ujarnya.
\nAntusiasme mahasiswa juga terlihat dari jumlah pengunjung. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Student Fair mencatat sekitar 3.700 pengunjung, yang sebagian besar merupakan mahasiswa baru.
\nDirektur Ditmawa UMY Zain Maulana, S. IP., M. A., Ph. D., mengatakan pada sesi pagi Student Fair 2026 saja tercatat sekitar 2.717 mahasiswa hadir berdasarkan data saat kegiatan berlangsung.
\nIa berharap semakin banyak UKM dan komunitas yang tumbuh di UMY sehingga mahasiswa memiliki lebih banyak pilihan untuk terlibat sesuai minat dan potensinya.
\n“Semoga jumlah UKM di UMY ini semakin banyak. Begitu pula dengan jumlah komunitas dan anggotanya,” harapnya.
\nStudent Fair 2026 juga menghadirkan UKM baru, yakni UKM Stand Up Comedy UMY. Kehadiran UKM tersebut menambah pilihan aktivitas bagi mahasiswa sekaligus memperkaya dinamika kehidupan kemahasiswaan di UMY.
\nPengalaman Mahasiswa Baru
\nSelain mengenalkan berbagai organisasi dan komunitas, Student Fair 2026 dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa, terutama mahasiswa baru, untuk mengenal kehidupan kampus di luar aktivitas perkuliahan.
\nPanitia juga menghadirkan berbagai tenant di sekitar Sportorium. Mahasiswa mendapatkan voucher gratis dengan total nilai Rp100 juta yang dapat digunakan untuk berbelanja di tenant tersebut.
\nBagi mahasiswa baru, rangkaian aktivitas tersebut menjadi pintu awal untuk mengenal lingkungan kampus, bertemu mahasiswa dari berbagai latar belakang, serta menemukan kegiatan yang sesuai dengan minat masing-masing.
\nPada akhirnya, Student Fair bukan hanya tentang memperkenalkan puluhan organisasi mahasiswa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan.
\nDi sana mahasiswa dapat menemukan teman, komunitas, pengalaman, sekaligus jaringan yang mungkin akan ikut menentukan perjalanan mereka setelah lulus.
\nSebab, masa kuliah tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Sebagian pengalaman yang membentuk masa depan justru bisa tumbuh dari perjumpaan dan kerja bersama di luar kelas.
\nPenulis :
\nFotografer : Abdul Majid
\n\n
Masuk untuk Memberikan Tanggapan
Kolom diskusi dilindungi. Silakan masuk menggunakan akun Muhammadiyah ID Anda untuk menyampaikan aspirasi dan tanggapan secara santun & beretika.